TUGAS MAKALAH
ILMU DAKWAH :METODE DAKWAH
DOSEN PENGAMPU :
Dr.H.Harjani Hefni, MA dan Santa Rusmalita, M.Ag
DI
S
U
S
U
N
OLEH :
KELOMPOK 6
VELLA VANDANY PUTRI
STAIN PONTIANAK
DAKWAH/BIMBINGAN KONSELING ISLAM
2013/2014
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Metode Dakwah adalah salah satu cara penyampaian dakwah ang Islamiah yang sebagaimana da’i menjadi objek dakwah yang memerlukan pengetahuan yang luas dan memiliki kecakapan dalam bidang dakwah.
Seorang da’i juga memerlukan pola berpikir yang memiliki kecakapan di bidang metodologi dan pendekatan system. Dengan menguasai metode dakwah, maka – maka pesan – pesan yang akan disampaikan kepadamad’uolehda’i mudah dicerna dan dapat diterima dengan baik.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Metode Dakwah ?
2. Apa prinsip penggunaan Metode Dakwah ?
3. Apa faktor – faktor yang mempengaruhi pemilihan Metode ?
4. Bagaimana Metode Dakwah dalam Al – Qur’an ?
5. Apa saja macam – macam Metode Dakwah ?
C. Tujuan
Tujuan dalam pembuatan makalah ini yang berjudul “ Metode Dakwah “ agar kami dan para pembaca dapat menambah wawasannya untuk bisa mengetahui tentang pengertiannya, prinsipnya, factor, metode dakwah dalam Al – Qur’an serta macam – macamnya.
Dalam pembuatan makalah ini juga mempunyai tujuan untuk dapat belajar memahami tentang “ Metode Dakwah “ yang sebagaimana dapat kita amalkan kepada orang lain.
BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Metode Dakwah
Secara metodologi, metode berasal dari bahasa Yunani metodos yang memiliki arti cara atau jalan. Jadi. Metode Dakwah adalah cara atau jalan yang mengajak manusia dengan bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Allah SWT. untuk Kemaslahatan atau kebahagian di dunia dan akhirat.
Menurut K. H. Ahmad Siddiq, mantan Rais ‘Am Nahdlatul Ulama, bahwa “Berbagai macam sarana dapat diperlukan untuk dakwah ini, mulai dari harta benda, tenaga, ilmu teknologi wibawa, lembaga sosial dan lain – lain.
B. Prinsip – prinsip Penggunaan Metode Dakwah
Pedoman atau prinsip dalam penggunaan metode dakwah terdapat dalam Al – Qur’an dan Hadist dengan firman Allah SWT.sebagai berikut :
ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ
بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
|
Artinya : “ Ajaklah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah, dan nasihat – nasihat dengan baik dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik”.
( QS. An – Nahl (16) : 125)
Penjelasan di atas yang mengajak ke jalan Tuhanmu dengan hikmah adalah mengajak seseorang dengan ilmu dan metode yang tepat guna dan tepat sasaran. Dengan adanya cara hikmah atau tehnik dalam berdakwah yang dapat digunakan untuk menghadapi golongan manapun juga seperti cendiakawan, awam, penguasa dan lain – lain.
Dengan demikian hikmah memilki berbagai bentuk seperti bentuk dalam memberi pelajaran, memberi contoh yang baik, mengunjungi objek dakwah secara rutin dan teratur, memberi hadiah, memberi bantuan dan lain – lain.
Nabi bersabda :
Artinny :“Barang siapa di antara kamu melihat kemungkaran maka hendaklah ia mengubahnnya dengan tanganny ( kekuasaannya ), apabila ia tidak mampu maka dengan lidahnya ( nasihatnnya ), apabila ia tidak mampumaka dengan hatinya, dan itulah selemah – lemah iman”.
( HR. Al Bukhari dan Muslim –)
Dari penjelasan diatas tersebut, jelaslah bahwa prinsip – prinsip dakwah Islam tidaklah menimbulkan kekakuan, akan tetapi menunjukkan fleksibelitas yang tinggi.Dalam hal ini kemampuan para masing – masing da’i sebagai sebjek dakwah dalam menentukan sangatlah berpengaruh bagi keberhasilan suatu aktifitas dakwah.
C. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Metode
Dengan mengetahui prinsip – prinsip yang ada, seorang da’i juga memperhatikan faktor – faktor yang mempengaruhi pemilihan dan penggunaan suatu metode agar metode yang dipilih dapat digunakan dengan benar.
1. Tujuan dengan berbagai jenis dan fungsinya.
2. Sasaran dakwah, baik masyarakat atau individual dengan segala kebijakkan atau politik pemerintahan, tingkat usia, pendidikan, peradaban atau kebudayaan dan lain – lain.
3. Situasi dan kondisi yang beraneka ragam dengan keadaannya.
4. Media dan fasilitas yang tersedia dengan berbagai macam kualitas dan kuantitas.
5. Kepribadian dan kemampuan seorang da’i.
D.Metode Dakwah Dalam Al – Qur’an
Landasan umum mengenai metode dakwah adalah Al – Qur’an surah An – Nahl ayat 125.Dalam ayat ini terdapat metode dakwah yang akurat.
Dibawah ini terdapat beberapa kerangka dasar tentang metode dakwah, yaitu :
1. Bi Al – Hikmah
Hikmah dapat diterjemahkan sebagai pengertian bijaksana, yaitu suatu pendekatan yang sama dengan pihak objek dakwah yang mampu melaksanakan apa yang didakwahkan atas kemauannya sendiri dan tidak merasa ada paksaan, konflik maupun rasa tertekan.
Hikmah merupakan suatu metode pendekatan komunikasi yang dilaksanakan atas dasar persuasive. Agar fungsi dakwah yang utama memiliki sifat informatif, sebagaimana ketentuan dalam Al – Qur’an :
(٢٢) لَّسْتَعَلَيْهِمبِمُصَيْطِرٍ(٢١)فَذَكِّرْإِنَّمَآأَنتَمُذَكِّرٌ
Artinya :“Bahwasanya engkau itu adalah yang pemberi peringatan. Kamu bukanlah oaring yang berkuasa atas mereka.( QS. Al- Ghasyiyah (88) : 21-22)
Dibawah ini beberapa arti Al- Hikmah menurut Sa’id bin Ali bin Wakif Al – Qahthani :
a. Menurut Etimologi atau Bahasa
· Adil, ilmu, sabar, kenabian, Al-Qur’an dan injil
· Menjadi baik dan terhindar dari kerusakan
· Ungkapan untuk mengetahui sesuatu yang utama dengan ilmu yang utama
· Objek kebenaran yang didapat melalui ilmu dan akal
· Pengetahuan atau makrifat
b. Menurut Terminologi atau Istilah
Para ulama mempunyai penafsiran yang berbeda mengenai arti dari Al – Hikmah yang ada dalam Al – Qur’an atau Sunnah, yaitu :
· Tepat dalam perkataan dan perbuatan
· Mengetahui yang benar serta mengamalkan ilmu dan amal
· Meletakkan sesuatu pada tempatnya
· Menjawab dengan tegas dan tepat dan seterusnya
2. Mau’izhah Hasanah
Mau’izhah Hasana hatau dapat disebut juga sebagai nasihat yang baik merupakan pemberian nasihat kepada orang lain dengan cara yang baik dengan petunjuk – petunjuk pada kebaikan dengan kata yang baik, tidak hanya itu tetapi dapat diterima, berkenan di hati, menyentuh perasaan, lurus di pikiran, menghindari sikap kasar dan tidak mencari kesalahan kepada orang lain atau audiens.
Seorang da’i sebagai pendakwah harus mampu menyesuiakan diri serta mengarahkan pesan pendakwahnya sesuai dengan tingkat dan ruang lingkupnya.
3. Mujadalah
Mujadalah adalah berdiskusi dengan cara yang baik.Mujadalah juga merupakan cara yang terakhir dan digunakan untuk orang – orang yang memiliki taraf pikir yang cukup maju dan memiliki bekal keagamaan dari para utusan sebelumnya.
E. Macam – Macam Metode Dakwah
Dalam metode dakwah dapat dilakukan dalam pelaksanaan dakwah. Dibawah ini adalah beberapa macam metode dalam dakwah, sebagai berikut :
1. Metode Ceramah
Metode Ceramah adalah metode yang dilakukan dengan maksud untuk menyampaikan keterangan, petunjuk, pengertian dan penjelasan sesuatu kepada para pendengar dengan cara lisan.
Metode ceramah ini dapat juga disebut sebagai bi al – lisan, tidak hanya itu tetapi cara ini dapat dikembangkan menjadi metode diskusi atau tanya jawab.
2. Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab adalah metode yang dilakukan dengan menggunakan cara Tanya jawab untuk mengetahui sejauh mana dalam memahami dan menguasai materi dakwah.
Cara dengan tanya jawab merupakan salah satu cara yang efektif karena objek dakwah dapat mengajukan pertanyaan yang belum dikuasai oleh mad’u.
3. Metode Diskusi
Diskusi sering disebut dengan pertukaran pikiran yang didalamnya terdapat gagasan pokok atau ide, pendapat dan lain – lainnya.
Dengan adanya metode diskusi ini mad’u dapat menjadikan peserta atau mad’u dapat terlatih dalam menggunakan s=pendapat secara tepat dan benar tentang materi dakwah yang didiskusikan.
4. Metode Propaganda
Metode Propaganda merupakan upaya untuk menyiarkan Islam dengan cara mempengaruhi dengan membujuk massa secara massal, persuasive dan memiliki sifat paksaan.
Dakwah dengan menggunakan metode propaganda, akan dapat menyadarkan orang dengan bujukan. Secara massal atau ramai – ramai, luwes ( fleksibel ), cepat dan retorik.
5. Metode Keteladanan
Dakwah dengan metode keteladanan ini yang berarti secara penyajian dakwah dengan memberikan keteladanan kepada para mad’u sehingga akan tertarik untuk mengikuti kepada apa yang telah dicontohkan.
Metode ini dapat digunakan sebagai hal – hal yang mempunyai kaitannya dengan ahlak, cara bergaul, beribadah, berumah tangga dan lain – lain.
6. Metode Drama
Metode Drama merupakan salah satu cara menjajakan materi dakwah dengan mempertunjukkan serta mempertontonkan kepada para mad’u tercapai sesuai dengan yang diinginkan.
Dakwah yang menggunakan dengan metode drama dapat dipentaskan untuk menggambarkan kehidupan sosial menurut tuntunan Islam yang bersifat hiburan. Metode ini dapat dilakukan melalui media film, radio, televise, teater dan lain – lain.
7. Metode Silaturahmi
Metode silaturahmi adalah dakwah yang dilakukan dengan mengadakan kunjungan kepada suatu objek tertentu dalam menyampaikan dakwah untuk si penerima.
Dalam metode ini da’i dapat memahami dan membantu dan meringankan beban moral yang menekankan jiwa mad’u. Dengan cara ini juga da’I dapat sekaligus dapat mempererat persahabtan dan persaudaraan untuk mengetahui masyarakat di suatu tempat atau daerah yang dia kunjungi.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dengan adanya metode yang disajikan untuk berdakwah sangatlah efektif, begitu banyak metode yang dapat digunakan dalam melakukan dakwah. Dengan adanya metode – metode yang ada da’i tidak perlu kebingungan lagi dalam menyampaikan materi dakwah.
Metode – metode yang digunakan adalah metode yang dapat diterima dengan baik oleh mad’uatau masyarakat serta dapat dicerna dengan baik dan cepat.
B.Saran
Dengan adanya makalah ini yang berjudul “ Metode Dakwah “ dapat dibaca dan dipraktekkkan dalam kehidupan kita karena hal ini sangatlah bermanfaat bagi kehidupan kita sehari – hari dan baik untuk orang – orang yang ada disekeliling kita.
DAFTAR PUSTAKA
Amin, Samsul Plunir, 2009, Ilmu Dakwah, Jakarta, Sinar Grafika Offset.
Helmy, Masdar, 1973, Dakwah dalam Alam Pembangunan. Semarang, CV. Toha Putra.
Syukir, Asmuni, 1983,Dasar – Dasar Strategi Dakwah Islam, Surabaya, Al – Ikhlas.
AL – Haq, M. Fathan, 2007, Dakwah Tak Sekedar Kata, Bandung, Bina Biladi Press
No comments:
Post a Comment